Siapa Saja yang Memiliki Hak Menerima Zakat?

Zakat merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan agar diri menjadi bersih dari segala dosa serta terbebas dari rasa cinta harta dan tamak yang berlebihan. Zakat juga bisa menjadi salah cara untuk mensyukuri nikmat yang telah di berikan Allah SWT. Di dalam pelaksanaannya, zakat mempunyai ketentuan khusus baik dari segi takaran, waktu bahkan siapa saja yang memiliki hak menerima zakat.

Siapa Saja yang Memiliki Hak Menerima Zakat

Beberapa hal tersebut harus benar-benar diperhatikan, karena jika zakat online yang di keluarkan tidak sesuai dengan ketentuan nishab dan juga penerimanya maka zakat menjadi kurang tepat dan tidak sah. Ketentuan mengenai penerima zakat sudah tertulis dengan jelas di dalam salah satu firman Allah SWT, tepatnya pada surat at-taubah ayat 60 yang di dalamnya menjelaskan tentang orang-orang atau golongan yang berhak untuk menerima zakat dengan jelas dan gamblang.

Agar lebih memahai mengenai siapa saja yang memiliki hak menerima zakat, cermati ulasannya berikut ini.

Orang Fakir

Golongan pertama yang di sebutkan di dalam Al-qur’an untuk memperjelas siapa saja yang memiliki hak menerima zakat yaitu, fakir. Yang di sebut dengan orang fakir adalah, seorang muslim yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan serba kekurangan. Golongan ini harus di utamakan untuk mendapatkan zakat, tujuannya agar bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga tetap mempunyai tenaga untuk beribadah dan bekerja.

Al-Masakin atau Miskin

Kelompok selanjutnya yang wajib menerima zakat yaitu, Al-Masakin atau orang miskin. Menurut pendapat dari ulama ahli fiqih, orang miskin adalah mereka yang mempunyai penghasilan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar serta tidak mempunyai aset sama sekali. Golongan miskin juga bisa di kategorikan dengan status ekonomi buruk dan penghasilannya sangat minim.

Ibnu Sabil

Yang di maksud dengan ibnu sabil yaitu, orang yang melakukan perjalanan atau meninggalkan rumahnya dengan tujuan tertentu tanpa ada niat buruk di dalamnya dan tidak mempunyai cukup uang untuk bisa kembali ke rumah atau meneruskan perjalanan. Ibnu sabil juga berhak untuk menerima zakat, tujuannya agar bisa tetap bertahan hidup di tempat asing dan mendapatkan tenaga untuk beribadah kepada Allah.

Konteks ibnu sabil pada masa sekarang ini, juga bisa di artikan sebagai pegungsi yang beraga Islam namun mendapatkan masalah di daerahnya sehingga untuk mempertahankan iman dan kelangsungan hidup harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Riqab atau Budak

Orang yang mengalami perbudakan atau riqab, berhak untuk mendapatkan zakat. Tujuannya, agar zakat tersebut bisa di gunakan sebagai sarana untuk bebas dari perbudakan yang sangat menyengsarakan.

Fisabilillah

Golongan fi sabilillah yaitu, kelompok orang atau seseorang yang mengabdikan tenaganya untuk berjuang menegakkan agama Allah, mempunyai tujuan yang baik untuk menyebarkan dakwah Islam atau melakukan perjuangan di jalan Allah. Kelompok ini berhak untuk mendapatkan zakat karena telah berjasa untuk mensyiarkan Islam di sebuah daerah.  

Adapun contoh dari fisabilillah yaitu, ustadz, takmir masjid, imam masjid dan lain sebagainya yang mengabdikan diri di jalan Allah.

Gharim atau Orang yang Dililit Hutang

Pengertian dari gharim yaitu, orang yang mempunyai tanggungan hutang dan digunakan kebutuhan prinbadi maupun sosial serta tidak ada unsur perbuatan maksiat di dalamnya. Contohnya seperti membantu renovasi sekolah atau menolong anak yatim. Orang yang masuk dalam golongan ini, berhak untuk menerima zakat namun dengan ketentuan tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar karena harus membayar hutang.

Muallaf

Orang yang baru memeluk agama Islam atau muallaf merupakan salah satu kategori yang masuk dalam siapa saja yang memiliki hak menerima zakat. Muallaf wajib untuk diberikan zakat sebagai bentuk dari solidaritas dari sesama umat Islam, serta sebagai salah satu cara agar bisa mendapatkan dukungan untuk menguatkan iman dan takwa di dalam hatinya.

Seperti yang kita ketahui, tidak semua muallaf bisa di terima dengan baik apabila kembali ke lingkungan asalnya. Bahkan, seringkali mereka kesulitan dalam hal ekonomi karena factor di jauhi keluarga atau rekan bisnis. Oleh sebab itu, dengan memberikan zakat diharapkan bisa menjadi salah satu bentuk motivasi kepada muallaf agar tetap survive dan bisa menjalankan syari’at Islam dengan lebih mendalam.

Amil

Golongan terakhir yang masuk dalam siapa saja yang memiliki hak menerima zakat yaitu, amil. Petugas pengumpulan zakat atau amil berhak menerima zakat, karena telah memberikan tenaganya untuk mengumpulkan, menjaga dan mengelola zakat agar bisa di berikan kepada orang-orang yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan di dalam syari’at agama Islam.

Syarat Wajib Untuk Mengeluarkan Zakat Fitrah

Untuk bisa menunaikan zakat, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Salah satunya yairu tentang syarat wajib dalam berzakat. Berikut detailnya:

1.     Memeluk Agama Islam

 

Syarat yang pertama yaitu, memeluk Agama Islam. Orang yang tidak beragama Islam namun ingin ikut memberikan zakat, maka hal tersebut tidak di perkenankan karena tidak sesuai dengan aturan di dalam Syari’at islam.

 

2.     Merdeka, Orang yang ingin mengeluarkan hendaknya merdeka dari segala jenis perbudaakan

 

3.     Harta Yang Dimiliki Sesuai Nishab Atau Lebih

 

Orang yang mempunyai harta melebihi dari nishab atau ketentuan zakat, maka wajib hukumnya untuk menuaikan zaka. Adapun besaran nishab berbeda-beda, tergantung dari jenis zakat yang ingin di lakukan. Berikut penjelasan singkatnya:

 

·      Zakat fitrah, zakat yang dilakukan pada bulan romadhon ini mempunyai besaran nishab atau sebesar 2,5 kilogram  atau 3,5 liter beras setiap orangnya

 

·      Zakat mal, adapun nishab atau ketentuan apabila ingin melaksanakan zakat mal yaitu jumlah harta harus lebih dari harga emas seharga 85 gram. Serta harta kekayaan yang dihitung harus dalam kurun satu tahun. Sedangkan rumus perhitungannya yaitu, jumlah nisab 85 gram emas di kalikan denga harga emas pada masa kini sehingga hasilnya di jadikan patokan untuk nishab.

 

Jika jumlah harta melebihi nishab tersebut, maka wajib hukumnya untuk melakukan zakat mal. Cara menghitung besaran zakat mal sendiri yaitu, jumlah kekayaan dalam satu tahun di kalikan dengan 2,5 %.

 

·      Zakat profesi atau pendapatan, nishab untuk zakat profesi atau pendapatan sedikit berbeda dari zakat mal. Namun, untuk perhitungan akhirnya tetap sama, yaitu total penghasilan dalam satu bulan di kalikan dengan 2,5 % . Nishab untuk zakat profesi atau pendapatan yaitu setara dengan 522 kilogram beras.

 

Cara untuk menghitung nishab zakat pendapatan yaitu, harga satu kilogram beras pada saat ini di kalikan dengan 522. Apabila gaji yang di peroleh dalam satu bulan lebih dari nishab tersebut, maka wajib hukumnya untuk membayarkan zakat.

 

4.     Baligh dan Berakal

 

Syarat untuk melaksanakan zakat yang terakhir yaitu, baligh dan berakal. Artinya sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Orang gila tidak wajib untuk berzakat.

 

Dengan membaca ulasan mengenai siapa saja yang memiliki hak menerima zakat? Diatas, semoga bisa menjadi sarana bagi Anda untuk menambah wawasan dalam kajian ke Islaman. Jangan lupa untuk menunaikan zakat agar hidup lebih berkah, dan selalu dilimpahi rahmat oleh Allah SWT.

0 Response to "Siapa Saja yang Memiliki Hak Menerima Zakat?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel