Siapa Saja yang Tak Boleh Mendapatkan Vaksin Difteri?

  • Bagikan
Vaksin Difteri

Meski aman, terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang tidak boleh mendapatkan vaksin difteri.

Difteri dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi sesuai jadwal. Bila Anda belum mendapatkannya, segera peroleh vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus) di layanan kesehatan terdekat.

Baik anak-anak maupun orang dewasa memerlukan vaksin difteri ini. Meski demikian, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang tidak boleh mendapatkan vaksin difteri.

Bagi mereka yang mengalami alergi pada pemberian vaksin difteri sebelumnya, mutlak tidak boleh mendapatkan vaksin difteri.

Kondisi-kondisi lainnya yang perlu mendapatkan pertimbangan khusus sebelum melakukan vaksin difteri adalah:

Perlu Vaksin Difteri

• Adanya sakit moderat atau berat, dengan atau tanpa demam. Pada kasus ini pemberian vaksin dapat ditunda sementara, tetapi tetap perlu diberikan setelah sembuh.

Pada sakit yang ringan, vaksin mungkin tetap bisa diberikan sesuai jadwal.

• Mengalami kejang berkepanjangan atau koma dalam 7 hari setelah pemberian vaksin difteri sebelumnya.

• Mengalami nyeri hebat atau pembengkakan setelah vaksin difteri sebelumnya.

• Mempunyai riwayat kondisi neurologis yang tidak stabil.

• Memiliki sindrom Guillain-Barré (GBS) yang muncul dalam 6 minggu setelah vaksin DPT sebelumnya.

Pada kasus-kasus tersebut, belum tentu vaksin difteri tak boleh diberikan. Bisa saja hanya ditunda sementara. Selalu diskusikan dengan tenaga medis.

Baca Juga : 5 Faktor Pemicu Seseorang Terkena Gangguan Pendengaran

Seperti vaksin lainnya, pemberian vaksin difteri mungkin bisa menyebabkan efek samping. Hal ini wajar dan bukanlah alasan untuk melewatkan vaksin dosis lanjutan. Beberapa reaksi yang bisa saja muncul, antara lain:

• Nyeri, bengkak, dan kemarahan pada area suntikan. Kondisi ini bisa ditangani dengan mengaplikasikan kompres dingin pada lokasi suntikan.

• Demam, lelah, muntah, dan nafsu makan menurun dalam 1-3 hari setelah vaksin. Keluhan ini dapat diatasi dengan mengonsumsi obat penurun panas, lebih banyak minum, dan menggunakan pakaian yang tipis.

Vaksin DPT penting untuk mencegah penyakit difteri. Namun, Anda perlu mempertimbangkan bersama dokter jika memiliki kondisi-kondisi yang telah disebutkan.

Apabila Anda mengalami efek samping yang ringan seperti nyeri dan demam setelah vaksin difteri, itu normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Sumber : Klikdokter.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *