Memutuskan Hubungan Bukanlah Tanda Kamu Menyerah Dan Berhenti Mencintai.

“Kamu terlalu berharga untuk orang yang tidak menyayangimu.” Kalimat ini harus selalu kamu tanamkan dalam diri sendiri supaya tak ada orang lain yang akan melukai hatimu lagi. Saat hubungan makin tak terarah, tak jelas ujungnya akan kemana, berakhir atau tetap lanjut dengan perasaan yang sudah tak lagi sama atau bahkan cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan. Saat kamu memutuskan berhenti mencintai, kamu tidak sepenuhnya egois, tapi justru kamu mencoba memilih saat kamu hanya dijadikan pilihan bukan tujuan.

Memutuskan Hubungan Bukanlah Tanda Kamu Menyerah Dan Berhenti Mencintai.

Tentu tidak akan ada asap kalau tidak ada api, semua akibat pasti ada sebabnya. Semua yang akan kamu pilih tentunya akan ada konsekuensinya, termasuk memilih jalan mana yang akan membawa hubunganmu nantinya. Saat perasaan kepada pasanganmu mulai terasa hambar, membosankan atau bahkan merasa tersakiti , tentu hanya akan ada 2 pilihan yang bisa kamu pilih, yaitu tetap bertahan dan menyerah pada keadaan akan membawamu ke mana atau mengakhiri semuanya dan menentukan pilihan lain. Tentunya kamu harus memikirkan akibat dari keputusanmu nantinya. Bagaimana jika kamu memilih untuk mengakhiri hubunganmu?

1. Kamu Hanya Berhenti, Bukan Menyerah

Kamu Hanya Berhenti, Bukan Menyerah

Saat kamu memilih mengakhiri hubungan dengan pasanganmu, bukan berarti kamu menyerah dan tak mau menghadapi tantangan yang sedang menguji kalian. Kamu justru sangat berani mengambil keputusan ini dengan segala konsekuensi yang tidak sedikit, terlebih jika hubunganmu sudah memasuki tahap serius. Mengakhiri hubungan juga harus mengakhiri perasaan kamu, sayang, cinta dan saling bergantung.

Berhenti mencintai tak akan semudah membalikkan telapak tangan, butuh waktu dan usaha yang tidak sedikit. Untuk itu, kamu harus membulatkan tekad lebih dahulu, supaya penyesalan tidak akan menghantui tidurmu. Coba pikirkan dirimu, apa saja peran kamu dalam hubunganmu, apabila kamu sudah tidak menemukannya atau hanya sebatas status, maka mengakhiri hubungan adalah pilihan tepat. Kamu harus menyayangi dirimu terlebih dahulu sebelum berharap akan ada orang yang menyayangimu.

Apabila kamu tetap bertahan dalam hubungan yang buruk, tentunya kamu akan terus menyakiti dirimu sendiri dengan memaksakan hatimu bekerja lebih keras hanya karena tak ingin hubunganmu berakhir. Sementara kamu tidak pernah tahu bagaimana perasaan pasanganmu yang sebenarnya sudah tidak menginginkan kamu lagi. Jika kamu tetap melanjutkannya tentu semuanya akan merasa tersakiti dan memaksakan diri. Seharusnya hubungan yang sehat adalah sebuah penerimaan, bukan pemaksaan.

2. Berhenti Mencari Kesalahan

Berhenti Mencari Kesalahan

Saat hatimu sudah terluka, tentunya kamu akan mencari dan membesarkan kesalahan yang diperbuat pasanganmu atau kamu malah menyalahkan dirimu sendiri atas semua yang terjadi pada hubunganmu. Wake up guys! Sekarang saatnya kamu bangun dari mimpi burukmu selama ini. Mencari-cari kesalahan justru akan menambah sakit hatimu. Ikhlaskan saja semua yang telah terjadi, maafkan dirimu dan pasanganmu supaya jiwamu lebih tenang, berhenti meratapi semua kesalahanmu dan berhenti menyalahkan pasanganmu.

Berpikirlah secara dewasa dan dengan kepala dingin, karena mencari kesalahan tidak akan menyelesaikan masalah. Mulailah memikirkan hal positif tentang apa yang telah kamu peroleh dari hubungamu yang buruk itu, seperti kamu akan lebih tangguh ketika menghadapi masalah atau kamu bisa menambah kadar kesabaran dalam dirimu. Ingat, semua manusia tentu pernah melakukan kesalahan, baik yang sengaja ataupun tidak sengaja, maka maafkanlah karena kamu juga manusia yang pernah melakukan kesalahan.

3. Life Must Go On

Life Must Go On

Hidupmu akan tetap berjalan dengan atau tanpa pasanganmu, kamu hanya perlu menyiapkan sisi terbaik dari dirimu untuk menghadapi hari esok. Tentunya akan terasa sangat berat dan berbeda, percayalah perasaan itu hanya akan ada di awal saja, lama kelamaan kamu akan terbiasa  dan pada akhirnya melupakan hubunganmu yang sudah berakhir. Karena suatu saat kamu akan berterima kasih atas pembelajaran yang bisa kamu dapat dari hubunganmu itu.

Sekarang saatnya kamu melanjutkan hidupmu yang belakangan ini berantakan karena suasana hati yang tidak stabil, kembalikan keadaan yang berantakan itu menjadi seperti sebelumnya yang tertata rapi dan memiliki tujuan jelas. Kejar lagi targetmu yang selama ini terbengkalai karena kamu terlalu sibuk mengurusi hubunganmu. Hidupmu jauh lebih berharga saat kamu bisa menerima keadaan kamu sekarang.

4. Kamu Tidak Sendiri

Kamu Tidak Sendiri

Di dunia ini kamu tidak hanya hidup berdua dengan pasanganmu, kamu masih mempunyai keluarga dan teman-teman yang selalu siap menangkap saat kamu membutuhkan sandaran. Mungkin selama ini kamu selalu menomorsatukan pasanganmu di atas segalanya dan menyampingkan orang-orang di sekitarmu, jika kamu sudah merasa jauh dari mereka, mulailah dengan meminta maaf dan dapatkan hati mereka kembali. Dengan begitu tentunya mereka pasti akan memaklumi perlakuanmu terhadap mereka selama ini.

Dengan begitu, kamu tidak akan merasa hidupmu terlalu berat lagi, kamu bisa menghabiskan waktu dengan mereka. Mengeluarkan segala macam pikiran atau hanya sekedar canda tawa akan menceriakan harimu lagi. Kadang kamu hanya perlu sedikit bersyukur atas segala yang telah kamu miliki, walaupun selama ini tak pernah menyadarinya betapa berharganya keluarga dan teman-temanmu.

4. Open Mind, Open Eyes, Open Heart

Open Mind, Open Eyes, Open Heart

Setelah kamu merasa hati dan jiwamu jauh lebih tenang dan mulai sedikit melupakan sakit hatimu, sekarang saatnya kamu refresh pikiran dan membuka mata dengan apa yang ada di depan matamu saat ini. Tak perlu menoleh ke belakang jika hal itu hanya akan melukai hatimu lagi, jadikan masa lalumu seperti spion, yang kadang dilihat untuk mengingatkan kamu agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Tetapi kamu juga tidak boleh menatapnya terlalu lama, karena yang utama adalah apa yang ada di depanmu saat ini.

Saat kamu sudah mengikhlaskan semua yang terjadi, mulailah membuka hati untuk orang baru yang kira-kira mempunyai potensi akan melengkapi hidupmu dan menerima kekuranganmu. Tentunya kamu sudah mendapat pembelajaran dari hubunganmu yang lalu, sehingga kamu tidak akan terjebak dengan tipe orang yang berpotensi akan melukaimu nantinya. Tetap harus lebih selektif memilih calon pendampingmu lagi supaya kamu tidak jatuh di lubang yang sama.

5. Percaya Jodoh Tidak Akan Tertukar

Percaya Jodoh Tidak Akan Tertukar

Namun, apabila kamu tetap tidak bisa membuka hati untuk orang baru dan tetap berharap masa lalumu bisa berubah menjadi masa depanmu, kamu harus percaya bahwa kita diciptakan Tuhan berpasang-pasangan, sehingga tak perlu khawatir takdir akan menukarkan jodoh kita kelak. Bila masa lalumu itu adalah jodohmu, mungkin akan datang di saat yang tepat. Yang perlu kamu lakukan sekarang hanyalah memperbaiki diri dan selalu menampilkan sisi terbaik dirimu setiap hari, bisa saja esok atau lusa adalah saat yang tepat untuk bertemu jodohmu.

Jika setelah bertahun-tahun menunggu, tetapi keadaan masih belum berubah, masa lalu tetaplah masa lalu, kini saatya kamu harus bangkit dari penantianmu selama ini, tutup buku dengan semua mimpi-mimpimu, mencoba mengambil hal positif jika memang dia bukanlah jodohmu. Mungkin Tuhan sudah menyiapkan pendamping yang lebih sesuai untuk kamu, karena Tuhan selalu memberi apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan.

Tentunya kamu harus selalu berdoa dan berusaha agar harimu jauh lebih baik dari kemarin, karena hidupmu adalah milikmu, kamu berhak menentukan jalan mana yang akan kamu pilih nantinya, keep spirit guys!

0 Response to "Memutuskan Hubungan Bukanlah Tanda Kamu Menyerah Dan Berhenti Mencintai. "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel